Cara Mengelola Risiko dengan Asuransi, Wajib Tahu!

Masyarakat sudah mulai menggunakan produk asuransi, mulai dari asuransi kesehatan hingga asuransi jiwa. Tujuan utamanya adalah untuk menekan kerugian finansial yang besar. Namun, walaupun sudah banyak yang menggunakannya, belum banyak yang tahu cara mengelola risiko asuransi.

Pengertian Risiko

Risiko berdasarkan situs Wikipedia dan situs Qoala adalah segala hal dan kemungkinan yang dapat terjadi dan memiliki dampak buruk, baik secara pribadi maupun menimpa orang banyak. Misalnya, kecelakaan, terpapar penyakit, terkena PHK, terkena dampak bencana alam, dan lain-lain.

Jenis dan Contoh Risiko

Berdasarkan definisi di atas, risiko yang menimpa diri sendiri, antara lain kecelakaan yang dapat menimbulkan penyakit atau menyebabkan kecacatan, meninggal dunia, hingga bangkrutnya finansial.

Sementara itu risiko yang memiliki dampak bagi banyak orang banyak, contohnya adalah risiko yang merupakan efek dari bencana alam, kebakaran, hingga kebijakan yang menyebabkan kerugian di bidang finansial, seperti halnya inflasi dan PHK secara massal.

Cara Mengelola Risiko dengan Asuransi

Kerugian yang terjadi akibat risiko bukan berarti tidak dapat Anda kelola. Maka dari itu, terapkan 4 cara mengelola risiko dengan asuransi, seperti berikut ini:

1. Menghindari

Jika Anda terdaftar pada produk asuransi kesehatan, Anda tetap wajib menjaga pola makan Anda dengan makan sayur dan berolahraga secara rutin. Walaupun begitu, cara ini bisa menjadi sulit jika Anda terlalu sibuk bekerja.

Maka, cara pengelolaan yang pertama, yaitu menghindari untuk terlalu sibuk bekerja dan mengabaikan pola hidup sehat. Tak hanya itu, mendaftarkan diri ke produk proteksi kesehatan juga dapat menjadi solusi terbaik. 

2. Mengendalikan

Jika Anda tinggal di wilayah yang rawan banjir, Anda bisa mengelola risiko dengan mendaftarkan rumah Anda ke perusahaan asuransi.

Sehingga, jika terjadi banjir sewaktu-waktu, kerugian atas bangunan dapat Anda klaim ke pihak asuransi. Tindakan tersebut merupakan cara pengelolaan risiko dengan mengendalikannya.

3. Menunda

Misalnya, Anda ingin liburan ke luar kota. Namun, saat ini Anda sedang dalam masa pemulihan. Maka, Anda bisa menunda rencana liburan tersebut dengan memilih fokus terlebih dahulu terhadap masa pemulihan kesehatan Anda.

Kemudian, Anda juga dapat menggunakan biaya liburan tersebut untuk membayar premi asuransi kesehatan sebagai cara mengelola risiko yang solutif. Karena kesehatan Anda jauh lebih penting, sedangkan rencana liburan masih bisa ditunda.

4. Mengalihkan

Mengalihkan risiko dapat Anda lihat melalui sistem kerja asuransi kesehatan. Misalnya, Anda tahu bahwa Anda memiliki riwayat diabetes dari keluarga.

Maka, Anda dapat mengalihkan risiko biaya pengobatan diabetes yang besar dengan membayar sejumlah biaya dalam bentuk premi asuransi, seperti asuransi kesehatan.

Sudah Tahu Cara Mengelola Risiko dengan Asuransi?

Itulah cara mengelola risiko dengan asuransi yang perlu Anda ketahui. Dengan memahami macam-macam risiko yang dapat terjadi, Anda bisa menentukan jenis proteksi mana yang sesuai untuk Anda pilih dan dapat membuat Anda lebih tenang dalam menjalani keseharian. Semoga artikel ini membantu.

About admin

EZPedia.org adalah blog kumpulan trik EZ, hadir untuk membantu permasalahan yang kerap dialami oleh masyarakat. Temukan beragam trik EZ hanya di EZPedia.org

Tinggalkan Balasan